Skip to main content

Greater Tampoi (Kapol / Mawus)

Dalam bahasa Inggris, buah ini disebut dengan Greater Tampoi, sementara dalam bahasa Indonesia disebut Buah Tampoi. Jika dalam bahasa di Kalimantan khususnya bahasa maanyan, buah ini di panggil dengan sebutan buah Mawus atau bisa juga di sebut buah Kapol.

Jika musimnya tiba, biasanya buah ini akan banyak di jumpai di Kalimantan bagian Tengah. Buah ini memiliki dua macam warna pada dagingnya, yaitu kunjing dan putih. Sementara dari sisi rasa, buah kapol atau mawus ini sangatlah manis.


Berikut ini merupakan bentuk dari buah Kapol atau Mawus tersebut.

Greater Tampoi
Kapol / Mawus dengan daging berwarna kuning

Greater Tampoi
Kapol / Mawus dengan daging berwarna Putih.

Popular posts from this blog

Cerita di Tahun 80 an

Sebelumnya. author perlu menegaskan bahwa nama / tokohm dan cerita dalam tulisan ini adalah fiktif semata. Mohon maaf bila nama yang ada mungkin sama dengan nama anda!.(Just For Fun) Tulisan ini juga cukup panjang, jadi baca ceritanya dengan baik sampai selesai agar dapat dimengerti, Okey

Kisah berikut ini terjadi pada tahun 1980 an

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pernahkah anda diberi buku kecil seperti notes yang bertuliskan AD/ART Partai Politik "Anu". Jika ya, sekarang cobalah anda anda bertemu dengan seorang pengurus Partai Politik lainnya dan mintalah AD/ART Partai Politik lainnya tersebut. Jika sudah, kemudian silahkan anda baca dan bandingkan Kedua Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersebut. Jika anda selesai membacanya, maka silahkan anda bandingkan prosentase persamaan kedua AD/ART tersebut. Jika anda mendapatkan prosentase persamaan diatas lima puluh persen, maka sebenarnya kedua AD/ART tersebut memiliki tujuan yang sama.

Alergi Air Hujan

Rutinitas luar yang mengharuskan saya menjauh dari unit komputer membuat blog lirik kiri kanan ini mulai jarang menghadirkan tulisan terbaru. Sebagai seorang Solo Blogger, siapapun pasti akan sulit membagi waktu untuk menulis dan mengerjakan rutinitas lain hidupnya. Tetapi apapun itu, di sela ada kesempatan saya selalu mencoba untuk menulis satu atau dua paragraf.
Hari ini bukan lanjutan paragraf demi paragraf yang saya hadirkan melainkan sedikit cerita tentang pengalaman atau boleh di sebut penyakit yang cukup aneh yang di alami oleh teman saya. Penyakit ini hampir membuatnya pingsan atau pun lebih fatal lagi. Tetapi syukurlah hal tersebut tidak terjadi.